Halaman

Sabtu, 09 November 2013



7 GOLONGAN YANG MEMDAPAT NAUNGAN DARI ALLAH TA’ALA

                        Allah SWT dengan rahmat dan keutamaannya akan memberikan naungan kepada sebagian hambanya, pada hari yang sangat panas. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungannya, yakni di padang masyar tatkala mereka menghadap Allah SWT. Beberapa golongan yang akan mendapatkan naungannya, yaitu naungan ‘Arsynya adalah sebagaimana yang Rasulullah SAW sebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurahirah radhiyallahu ‘anhu. Beliau SAW bersabdah:
             “Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan dari Allah SWT, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Arsynya. Mereka adalah (1) pemimpin yang adil,(2) pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya, (3) orang hatinya terikat pada masjid, (4) orang yang saling mencintai karena Allah SWT , (5) seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita, (6) orang yang bersedekah secara diam-diam, dan (7) orang yang mengingat Allah SWT dalam keadaan sendirian hingga meneteskan air matanya.

1.    Pemimpin yang adil
Pemimpin disini bisa presiden, kepala keluarga, imam shalat, bahkan pemimpin untuk dirinya sendiri. Contog, untuk imam sholat, yang dimaksud imam yang adil adalah tidak membeda-bedakan saat ia sholat sendiri maupun sedang mengimami jamaahnya. Maka, memohon dan berlindung pula kepada Allah yang buruknya sifat ria yang kadang dilakukan diluar batas sadar kita.
2.    Pemuda yang senantiasa beribadah Kepada Allah semasa hidupnya
            Memang ujian pada saat muda itu beragam  dan dasyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak  muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan bertaqorrub (mendekatkan) diri kepadanya, berusaha menjauhkan diri dari berbagai kemaksiaatan, serta mampu mengengdalikan nafsu syahwatnya. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan perlindungannnya pada hari kiamat kelak.
3.    Orang yang hatinya terikat kepada masjid
Seseorang yang hatinya selalu terikat kepada masjid sehingga menjadikan masjid sebagai tempat yang paling dirinduinya, tempat untuk mencurahkan segalanya kepada Allah SWT, tidak ada hal apapun yang dapat menghalanginya dan keluarganya kecuali keinginan untuk selalu berjamaah di masjid atau musholla, adalah salah satu tanda hati sudah terikat kepada masjid, jadi sudah sewajarnya apabila manusia-manusia yang hatinya selalu terikat pada tempat yang paling dicintainya, akan mendaptkan perlindungan di hari akhir. Rindu akan masjid berarti rindu kepada Allah SWT.
4.    Dua orang yang saling mengasihi karena Allah SWT
Dua orang insan (sepasang suami istri) yang saling mencintai karena Allah dan keduanya berkumpul dan berpisah pula karena Allah.   Makna yang didapat adalah kebersamaan dan persahabatan. Kita melakukan sesuatu bersama-sam dengan saudara kita, dan kita melakukannya semata-mata karena mengharap ridha Allah.
5.    Seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita untuk berbuat zina tetapi dia berkata”aku takut kepada Allah
Mampu melawan beratnya tantangan ketika menghadapi godaan lawan jenis. Hal ini dicontohkan pada saat Nabi Yusuf AS berada dalam istana raja dan mendapat godaan yang luar biasa dari Siti Julaikha, seorang wanita kaya yang sangat rupawan. Nabi Yusuf bermunajat kepada Allah SWT dan berkata ‘lebih baik hidup di penjara dari pada di istana’ karena beliau tahu betapa Allah akan melindunginya di yaumil akhir apabila dapat melawan godaan yang sangat berat itu.
6.    Bersedekah tetapi merahasiakannya, ihklas dalam beramal dan bersedekah seolah-olah tangan kiri tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanan.
Jangan bersikap ria dan ingin dilihat orang lain dalam melakukan perbuatan kebaikan, sungguh sia-sialah pahalanya. Semua berawal dari niat, bahkan dalam beramal sekalipun.
7.    Dzikrullah di waktu sunyi sehingga mengalir air matanya
Hal ini mengandung pengertian untuk bertahajud dan berdzikir kepada Allah, terbangun pada tengah malam, berserah diri, merasa dirinya sangat kecil dan tiada artinya dihadapannya, memohon ampun dan bertafakur (mengingat ) dosa-dosa di masa lalu sehingga tak terasa bercucuran air matanya, bertaubat dengan sebaik-baiknya taubat kepada Allah, Insya Allah dijamin perlindungannya di akhir waktu kelak.